SHELLIN : BHASKARA, Harapan Album Perdana

SHELLIN, band progressive rock asal Malang Jawa Timur ini baru saja melahirkan album perdananya. Bhaskara menjadi harapan yang dalam bagi setiap personil agar lagu pada album ini dapat diterima dan menjadi gerbang dalam proses meniti karir kedepannya.

SHELLIN DAN BHASKARA

SHELLIN sebenarnya telah melakukan perbaikan pada namanya, dulu nama band ini adalah SHELLIN PARKER, yang kemudian setelah adanya “badai-otak” oleh personil band dimana Abo pada vokal dan guitar, Hasan pada bass, Rifqy pada keyboard, Dwiky pada gitar dan Icang pada drum menyatakan bahwa kata “Parker” untuk dihilangkan, karena kata tersebut ternyata tidak memiliki arti tersendiri.

Album ini digarap dengan memakan waktu yang cukup lama, kurang lebih 3 tahun. Mereka tidak menyerah dalam proses penggarapan album ini, walaupun keterbatasan yang mereka punya, mereka tetap yakin dan terus berproses agar tercipta sebuah album yang dapat menjadi penerang dalam suasana hati pendengarnya, yaa.. Bhaskara yang artinya matahari.

Album yang dipandu oleh Abo dengan skill recording yang masih sangat basic ini dibantu oleh Rizqtsany dari The Mosses Purpose dan Remissa untuk proses mixing-masteringnya.

SHELLIN band progressive rock asal Malang yang baru merilis album baru
SHELLIN band progressive rock asal Malang yang baru merilis album baru
Cerita Dibalik Berhasilnya Shellin Dalam Album Pertama

Siapa sangka, ternyata lagu pada album ini dinyanyikan oleh vokalis yang berbeda. Shellin sendiri pada awalnya untuk bagian vokal dipunggawai oleh Yudha Prawira, digantikan oleh Abo yang tadinya berposisi sebagai gitaris kemudian rangkap jabatan hingga saat ini.

Yudha sendiri keluar dari Shellin karena ingin fokus pada karirnya yang baru, dia takut jika kontribusinya nanti malah tidak maksimal di band ini. Yudha sendiri pada album ini menyanyikan lagu “Ironi”, “Saturasi”, dan “Jerit Tangis Tatih”, sedangkan sisanya dibawakan oleh Abo.

Mereka memilih progressive sebagai acuan pada band karena mereka ingin mencurahkan dan mengeksplorasi kreativitas musikal dan warna musik yang ada pada album ini.

Terinspirasi oleh Plini, The Contortionist, Periphery dan Interval, mereka memeberikan karakteristik berbeda pada lagunya, sebagai contoh “Lubang Hitam” yang direkam tanpa pengulangan, “Saturasi” dengan perubahan mood dari awal hingga akhir, “Eureka” pada eksplorasi ketukannya, dan “Ironi” yang menonjolkan sisi puitisnya. Album dari Shellin dapat kalian cek dibawah ini:

Buat temen-temen yang ingin menyalurkan karyanya dan ingin kami bantu dalam proses perilisan dapat langsung menghubungi kami melalui email [email protected] , dan bagi yang ingin bekerjasama di bidang ticketing platform dapat menuju laman “Mengapa Harus Yesplis” untuk sedikit mengenal kami atau bisa langsung ke “Tentang Yesplis

pipa bocor
Author